assalaamu 'alaikum
Kirimkan Harapan anda untuk PC. PMII SMD periode 2009-2010, kirim ke email pmii_samarinda@yahoo.com

29.6.09

PNRI-RMI Terus Kembangkan Perpustakaan Pesantren

Senin, 29 Juni 2009 18:34
Jakarta, NU Online
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) bersama Rabitah Ma’ahid Islamiyah (RMI) atau asosiasi pesantren se-Indonesia di bawah naungan NU kembali akan memberikan bantuan buku untuk mengembangkan perpustakaan pesantren.

Tahun lalu sekitar 25 pesantren terpilih seluruh Indonesia telah mendapatkan bantuan buku perpustakaan lebih dari 250 judul buku dan kitab, masing-masing 2 eksemplar. Tahun ini bantuan akan ditingkatkan. Pihak PNRI dan RMI juga akan mengadakan pelatihan pengelolaan perpustakaan untuk pesantren yang menerima bantuan.

Senin, 29 Juni 2009 18:34
Jakarta, NU Online
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) bersama Rabitah Ma’ahid Islamiyah (RMI) atau asosiasi pesantren se-Indonesia di bawah naungan NU kembali akan memberikan bantuan buku untuk mengembangkan perpustakaan pesantren.

Tahun lalu sekitar 25 pesantren terpilih seluruh Indonesia telah mendapatkan bantuan buku perpustakaan lebih dari 250 judul buku dan kitab, masing-masing 2 eksemplar. Tahun ini bantuan akan ditingkatkan. Pihak PNRI dan RMI juga akan mengadakan pelatihan pengelolaan perpustakaan untuk pesantren yang menerima bantuan.

Demikian dalam pertemuan antara Pimpinan Pusat RMI dan PNRI di Gedung Perpustakaan Nasional Salemba Jakarta, akhir pekan lalu. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua PP RMI KH Mahmud Ali Zain Ketua PP RMI, Wakil Sekretaris PP RMI H M. Sulthan Fatoni, Sekretaris Utama PNRI Dra Sri Sularsih, Kabag Humas dan Hukum PNRI Imam Nurhadi, Staf Ahli DPR RI Komisi X H Asrorun Niam Sholeh dan beberapa staf Perpustakaan Nasional.

Ketua PP RMI, KH Mahmud Ali Zain mengharapkan upaya PNRI untuk meningkatkan mutu perpustakaan pesantren juga menjadi agenda Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama. “Pesantren memang butuh gedung, tapi buku lebih diperlukan,” katapengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan itu.

Merespon harapan Ketua PP RMI, Sekretaris Utama PN RI Dra Sri Sularsih mengatakan, kerjasama tidak hanya berbentuk bantuan buku perpustakaan pesantren tapi juga pelatihan pengelolaan perpustakaan. Diharapkan di pesantren bermunculan para pustakawan yang mampu mengelola perpustakaannya dengan baik, katanya

Dalam kesempatan itu pihak RMI meminta ikut dilibatkan dalam menyeleksi buku-buku yang akan disumbangkan ke pesantren, dan pihak PNRI menyepakatinya. ”Jangan sampai ada buku-buku Islam fundamentalis yang masuk ke pesantren,” kata Wakil Sekretaris PP RMI H M. Sulthan Fatoni. (nam)

Read More..

PMII Serukan Hentikan Politisasi Agama dalam Pilpres

Jakarta, NU Online
Politisasi agama dalam Pemilu Presiden sebaiknya segera dihentikan. Sebab, hal tersebut bukan hanya akan berdampak buruk bagi bangsa, melainkan juga bentuk penzaliman terhadap agama itu sendiri.

"Kepada para elit politik, tim sukses capres dan cawapres, serta calon pemimpin nasional agar tidak menggunakan agama sebagai ajang kampanye atau melakukan politisasi agama untuk meraih kekuasaan," kata Ketua Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Adien Jauharudin, di Jakarta, Jumat (26/6) dikutip dari Detik.com.

Sabtu, 27 Juni 2009 03:50
Jakarta, NU Online
Politisasi agama dalam Pemilu Presiden sebaiknya segera dihentikan. Sebab, hal tersebut bukan hanya akan berdampak buruk bagi bangsa, melainkan juga bentuk penzaliman terhadap agama itu sendiri.

"Kepada para elit politik, tim sukses capres dan cawapres, serta calon pemimpin nasional agar tidak menggunakan agama sebagai ajang kampanye atau melakukan politisasi agama untuk meraih kekuasaan," kata Ketua Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Adien Jauharudin, di Jakarta, Jumat (26/6) dikutip dari Detik.com.

Politisasi agama, lanjut Audien, bukanlah pendidikan politik yang mencerdaskan. Mencampuradukkan kepentingan agama dengan politik hanya akan membawa kemunduran bagi bangsa Indonesia. "Mempolitisasi agama adalah bagian dari menzalimi agama itu sendiri," ujar Adien.

Adien menambahkan, nilai-nilai moralitas dan etika di kalangan elit politik saat ini telah luntur. Para pemimpin nasional saling menghujat dan menggunakan isu-isus sensitif, seperti agama, untuk melakukan black campaign.

"Gagasan besar mengenai visi kebangsaan, kenegaraan, dan kerakyatan
seakan terlupakan," keluhnya.

Belakangan, muncul isu agama dalam konstelasi politik menjelang pilpres. Cawapres Boediono diterpa isu miring yang mengatakan istrinya, Herawati, bukanlah seorang muslimah. Hal ini memunculkan ketegangan di antara tim kampanye para pasangan capres-cawapres. (rif)

Read More..

PMII Bandung Ajak Siswa Mengenal Al Quran

Senin, 29 Juni 2009 15:03
Bandung, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar kegiatan bertema Liburan Bermakna Mengenal Al Quran Lebih Dekat. Kegiatan tersebut digelar untuk mengisi liburan sekolah dengan hal yang positif, yakni kegiatan yang bisa meningkatkan keimanan dan menciptakan perilaku siswa yang agamis.

“Dengan kegiatan ini, siswa diharapkan dapat terhindar dari perilaku atau kegiatan yang negatif seperti ikut geng motor,” kata Ketua Pengurus Komisariat PMII Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Yusuf di Bandung, Senin (29/6).


Senin, 29 Juni 2009 15:03
Bandung, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar kegiatan bertema Liburan Bermakna Mengenal Al Quran Lebih Dekat. Kegiatan tersebut digelar untuk mengisi liburan sekolah dengan hal yang positif, yakni kegiatan yang bisa meningkatkan keimanan dan menciptakan perilaku siswa yang agamis.

“Dengan kegiatan ini, siswa diharapkan dapat terhindar dari perilaku atau kegiatan yang negatif seperti ikut geng motor,” kata Ketua Pengurus Komisariat PMII Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Yusuf di Bandung, Senin (29/6).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Oji Mahroji, mengapresiasi kegiatan liburan bermakna yang digelar selama tiga hari itu. Sebab, kegiatan ini tidak hanya membekali siswa dengan ilmu pengetahuan tentang Al Quran, tapi juga membangun sikap mental sumber daya manusia masa depan yang bisa diandalkan.

Ia berharap kegiatan, tersebut diikuti dengan sungguh-sungguh, karena bisa menjadi pondasi yang kuat untuk menata masa depan peserta. "Nilai-nilai ajaran agama diharapkan menjadi ruh dari seluruh kegiatan warga kota," katanya. (ant/din)

Read More..

23.6.09

IPNU & IPPNU Diminta Gantikan PMII untuk Pengkaderan Mahasiswa NU

Brebes, NU Online
Gayung bersambut. Kritik Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi, atas macetnya pengkaderan NU di tingkat mahasiswa oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), mendapat dukungan dari Khofifah Indar Parawansa.

Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU itu bahkan meminta Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU dapat menggantikan posisi PMII dalam melakukan kaderisasi di tingkat mahasiswa. Kampus atau perguruan tinggi sudah semestinya menjadi bidang garapan IPNU dan IPPNU.

Brebes, NU Online
Gayung bersambut. Kritik Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi, atas macetnya pengkaderan NU di tingkat mahasiswa oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), mendapat dukungan dari Khofifah Indar Parawansa.

Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU itu bahkan meminta Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU dapat menggantikan posisi PMII dalam melakukan kaderisasi di tingkat mahasiswa. Kampus atau perguruan tinggi sudah semestinya menjadi bidang garapan IPNU dan IPPNU.

Hal itu disampaikan Khofifah di hadapan sekira 2.500 peserta Kongres IPNU dan IPPNU di Pesantren Al Hikmah 2, Brebes, Jawa Tengah, Senin (22/6) siang. Menurut dia, kader muda NU di perguruan tinggi, dewasa ini banyak yang tidak mengenal paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Ia mengaku prihatin pada pola kaderisasi generasi muda NU di lingkungan kampus. “Sekarang mahasiswa cerdas yang lahir dari tradisi NU di perguruan tinggi melimpah, namun belum tergarap optimal. Mereka sebenarnya butuh partner (teman) untuk berdiskusi,” tegas Khofifah.

Mantan ketua Pimpinan Cabang IPPNU Surabaya itu mengaku sangat khawatir dengan tidak terawatnya kader NU di kampus-kampus ternama. “Banyak mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi ternama, khususnya jurusan eksakta, tidak mempunyai teman untuk menunjukkan eksistensi. Maka, mereka direkrut oleh KAMMI, Hizbut Tahrir, PKS dan organisasi lain,” tandasnya.

Maka, imbuh Khofifah, organisasi kader NU harus siap mengintensifkan strategi pengkaderan di kampus. “Kalau perlu, IPNU dan IPPNU harus siap masuk ke kampus. Karena, PMII yang selama ini sebagai organisasi kader bagi mahasiswa, tidak begitu diminati mahasiswa di kampus umum,” pungkasnya.

Ia juga menyatakan prihatin dengan sikap dan gerakan kader PMII yang tidak konsisten memperjuangkan nilai Aswaja. “Banyak kader PMII yang sudah mulai meninggalkan tradisi nahdliyin. Apakah mereka masih layak ‘dititipi’ (menjaga dan melestarikan tradisi) tahlil?”.

Khofifah berpesan agar IPNU-IPPNU siap berjuang melakukan kaderisasi intensif di pesantren dan kampus. “Kalau kita tidak memperhatikan pengkaderan di kampus, ratusan ribu kader NU di perguruan tinggi akan berpindah organisasi,” pintanya. (ziz)

Read More..

PMII Bantah Tudingan PBNU terkait Macetnya Pengkaderan Mahasiswa

Jakarta, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) membantah tudingan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait “macetnya” pengkaderan NU di tingkat mahasiswa.

“Penilaian itu tidak tepat. PMII tidak pernah ‘meninggalkan’ kampus. Bagaimana pun, kami tidak pernah lupa bahwa PMII adalah salah satu organisasi pengkaderan NU di tingkat mahasiswa,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar PMII, Mohammad Rodli Kaelani, kepada NU Online, di Jakarta, Sabtu (20/6).

Rodli menyebutkan, sejumlah buktinya, pihaknya belum lama ini menggelar program Sekolah Kader Nasional (SKN). Bahkan, imbuhnya, beberapa waktu lalu, PB PMII menggelar pertemuan nasional dan konsolidasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia.

akarta, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) membantah tudingan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait “macetnya” pengkaderan NU di tingkat mahasiswa.

“Penilaian itu tidak tepat. PMII tidak pernah ‘meninggalkan’ kampus. Bagaimana pun, kami tidak pernah lupa bahwa PMII adalah salah satu organisasi pengkaderan NU di tingkat mahasiswa,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar PMII, Mohammad Rodli Kaelani, kepada NU Online, di Jakarta, Sabtu (20/6).

Rodli menyebutkan, sejumlah buktinya, pihaknya belum lama ini menggelar program Sekolah Kader Nasional (SKN). Bahkan, imbuhnya, beberapa waktu lalu, PB PMII menggelar pertemuan nasional dan konsolidasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia.

“Pertemuan nasional itu diikuti 131 kampus se-Indonesia. Yang hadir adalah para ketua BEM atau presiden mahasiswa di masing-masing kampus, yang semuanya adalah kader PMII,” terang Rodli.

Pertemuan nasional dan konsolidasi BEM se-Indonesia itu, kata Rodli, salah satu fokus bahasannya adalah pengembangan kaderisasi di universitas, terutama di kampus umum dan praksis. “Jadi, di mana letak bahwa PMII disebut ‘meninggalkan’ kampus dan melupakan pengkaderan mahasiswa NU?” gugatnya. (rif)

Read More..

PBNU Kritik PMII Tak Berfungsi sebagai Pengkaderan NU di Tingkat Mahasiswa

Brebes, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengkritik organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang dinilainya kini tak lagi berfungsi maksimum sebagai sarana pengkaderan NU di tingkat mahasiswa.

“PMII justru lebih banyak di jalanan (baca: aksi unjuk rasa, demonstrasi, dan lain-lain), tidak lagi (beraktivitas) di kampus,” kata Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi.

Ia mengatakan hal itu dalam pidatonya pada pembukaan Kongres ke-16 Ikatan Pelajar NU dan Kongres ke-15 Ikatan Pelajar Putri NU di Pondok Pesantren Al Hikmah 2, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (20/6) siang.

Brebes, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengkritik organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang dinilainya kini tak lagi berfungsi maksimum sebagai sarana pengkaderan NU di tingkat mahasiswa.

“PMII justru lebih banyak di jalanan (baca: aksi unjuk rasa, demonstrasi, dan lain-lain), tidak lagi (beraktivitas) di kampus,” kata Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi.

Ia mengatakan hal itu dalam pidatonya pada pembukaan Kongres ke-16 Ikatan Pelajar NU dan Kongres ke-15 Ikatan Pelajar Putri NU di Pondok Pesantren Al Hikmah 2, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (20/6) siang.

Hasyim menambahkan, aktivitas PMII yang justru lebih banyak di luar kampus menyebabkan bidang garapan kemahasiswaan menjadi kosong. “Akhirnya, dimasuki (digarap) organisasi kemahasiswaan lain,” tandasnya tanpa menyebut nama organisasi yang dimaksud.

Kondisi seperti itu, katanya, membuat proses pengkaderan NU di tingkat mahasiswa pun terbengkalai. Bahkan, ujarnya, sebagian aktivis PMII terpengaruh paham pemikiran liberal dan justru melupakan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, sebagaimana dianut NU.

Hasyim menyadari bahwa PMII adalah organisasi independen dan tak ada hubungan organisatoris dengan NU. Namun, tak bisa dimungkiri bahwa di awal kelahirannya, PMII dibidani tokoh-tokoh NU. Pendiriannya pun ditujukan bagi upaya memenuhi proses pengkaderan NU di tingkat mahasiswa.

Tak hanya itu. Meski independen, terangnya, pada kasus-kasus tertentu, organisasi tersebut masih menggantungkan keberadaannya pada NU secara kultural.

Kondisi tersebut, Hasyim menambahkan, jelas tak menguntungkan bagi NU. Karena itu, ia berharap kepada IPNU dan IPPNU agar juga memperhatikan proses pengkaderan di tingkat mahasiswa.

“Saya meminta IPNU dan IPPNU bisa memperhatikan universitas (baca: pengkaderan mahasiswa). Pengkaderan di tingkat sekolah, madrasah atau pesantren juga tetap jalan,” ujar Hasyim yang juga mantan aktivis PMII tersebut.

PMII berdiri pada 17 April 1960 dengan latar belakang situasi politik tahun 1960-an yang mengharuskan mahasiswa turut andil dalam mewarnai kehidupan sosial politik di Indonesia. Pendirian PMII dimotori oleh kalangan muda NU. Di antara pendirinya adalah Mahbub Djunaidi dan Subhan ZE (seorang jurnalis sekaligus politikus legendaris).

Di kemudian hari, dicetuskan Deklarasi Murnajati 14 Juli 1972, yang menyatakan bahwa PMII menyatakan sikap independen dari organisasi NU. (rif)

Read More..

16.6.09

Akbar Vs Akbar ; Akan terjadi ketegangan di PMII



Momen bersejarah sebentar lagi akan segera terjadi dalam tubuh PMII. Bagaimana tidak, 2 orang kader PMII bernama Akbar akan bertarurung dalam Konfercab (Konferensi Cabang) PMII Kota Samarinda yang ke-25 guna memperebutkan 1 unit kursi ke-Ketua-an Umum. Ini adalah sebuah fenomena yang sangat menarik dimana setelah diselidiki keduanya ternyata merupakan kader yang tidak secara langsung lahir di lingkungan PMII Kota Samarinda, melainkan kader dari luar Kota Samarinda, bahkan dari Luar Kalimantan, dalam istilah lainnya adalah "Kader Migran". Satunya dari arah barat Kalimantan dan satunya lagi dari arah timur Kalimantan, dan akhirnya kota Samarinda menjadi titik pilihan sebagai tempat pertemuan dari pergerakan mereka. Fantastis!

Yang dari arah Barat Kalimantan, berasal dari Pulau Jawa (Jawa Timur) tepatnya di Lumajang dan lebih detailnya lagi adalah di "kampungya", namanya adalah "Galeh Akbar Tanjung" agak mirip dengan nama nenek moyangnya Partai Golkar. Karena kepopulerannya dikalahkan oleh Akbar yang satunya, maka dalam kesehariannya dia disapa "Galeh". Merupakan Mahasiswa Fakultas ISIPOL Universitas Widyagama angkatan tahun terkini (karena tiap tahun angkatannya selalu diperbaharui). Pemuda berparas culun dan agak "katrok" ini merupakan mantan aktifis andalan PC. PMII Lumajang, tapi ketika ber-PMII di Samarinda dia kembali mengikuti ritual MAPABA, karena ketakutan yang sangat besar akan keabsahannya sebagai kader PMII tidak diakui. Hal ini membuktikan bahwa masalah kecintaan dan Loyalitas terhadap organisasi tidak perlu buang waktu untuk mempertanyakannya lagi. Meskipun memilih untuk tidak duduk dalam jabatan struktural Cabang pada Periode lalu, tapi sahabat yang satu ini sangat akif memberikan sumbangsihnya kepada PMII baik itu sumbangsih yang bersifat Ghaib (dalam bentuk ide-ide) maupun sumbanggsih nyata dalam bentuk kerja-kerja mensukseskan kegiatan yang digelar oleh PMII Kota Samarinda.
Yang berasal dari timur, namanya sesuai dengan bentuk parasnya. Namanya berasal dari kombinasi bahasa arab dan indonesia, yaitu "Akbar Tampan" yang kalau diartikan berarti "Ketampanan Yang Maha Besar". Berasal dari Pulau Sulawesi, tepatnya di Sulawesi Selatan dan merupakan kader produk PC. PMII Kota Makassar. Di deportasi ke Samarinda di akhir tahun 2006 kemudian aktif di PC. PMII Samarinda sampai sekarang ini. Berbeda dengan Mas Galeh, setelah bergabung di PMII samarinda, Puang Akbar adalah sahabat yang sangat bandel, tidak mau mengikuti MAPABA lagi karena menurutnya PMII memiliki konstitusi yang berlaku secara Nasional, dan status kekaderan pun harus berlaku online seluruh Nusantara. Kegiatan perkuliahannya terakhir teridentifikasi di Poltek Samarinda, pendiri Komisariat Poltek (selalu dalam tahap rencana) dan calon pendiri PMII Cabang Samarinda Seberang (PMII-SS) jika tidak terpilih pada konfercab tahun ini. Profil lengkapnya dapat dilihat di sini
Kedua kandidat di atas diperkirakan sebagai calon terkuat dari seluruh kandidat yang bermunculan. Siapakah yang akan menang diantara mereka? Mari kita bandingkan sendiri dengan melihat spesifikasi mereka di bawah ini:
Kesamaan : - Sama-sama dari luar Kalimantan
- Sama-sama merupakan aktifis yang tangguh, giat dan ulet.
- Sama-sama bukan dari komisariat besar (STAIN-UNMUL)
- Sama-sama Suka mengkonsumsi wacana yang ke-kiri-kiri-an
- Sama-sama hapal mars PMII
- Sama-sama tidak punya Komisariat.
- Sama-sama makan nasi.

Perbedaan : - Galeh: pernah ikut Mapaba UNMUL, Akbar: tidak pernah mau.
- Akbar: Cakep, Galeh tidak.
- Galeh: dari barat, akbar: dari timur.
Dari Spesifikasi di atas sungguh sangat sulit menentukan siapa yang bakalan menang nantinya dan meraih kursi 01 PMII pada periode mendatang.

Lalu ada apa dengan mereka???
Meskipun jaraknya sangat berhjauhan, ternyata setelah dilakukan penelusuran, kedua kandidat ini sering melakukan kontak (komunikasi politik)baik itu melalui telepon, sms, maupun via internet seperti Cahating, facebook, Yahoo Messenger. Dan yang paling benyak ditemukan adalah komunikasi mereka melalui fasilitas chating menggunakan Yahoo Messenger Versi 9.0. Berikut adalah percakapan penting mereka yang berhasil disadap oleh Ahli Informasi & Telematika PC. PMII Samarinda dengan mdi komunikasi Yahoo Messenger 9.0.
Galeh: Wei Bosss, q dgr issue lo bakalan maju pada konfercab nanti. gmn, msa akbar sm akbr bku sikat??
akbar: y..i2 menk suatu konskwensi boss. qlw qm gak mnginginkan hal itu sbaiknya qmu gak ush maju...
Galeh: Wah, i2 nmanya qmu ngotot. q gak mw mundur...
Akbar: Klw bgtu qta reveal...
Galeh: Okey, kita tarung tahun ini. tpi qmu mw ngmbil dukungn dri mana? Stain ada calon, sdngkan aq dah di unmul.
Akbar: walah, dukungan apa dri unmul?Qmu gak akan bisa dpt dkungan itu, sblum udin mengingikan qmu didukung. kyak qmu gk tw aja qlw nasib shbt2 d unmul tuh brada di tgn udin, otmatis unmul tidak akn bs lpas dari intervensi udin, di sisi lain udin jg gk pnah mw brhenti ikut cmpur dlm urusn pemlihn ketum.
Galeh: Sapa tau udin langusng mimpi ketemu aq....tpi qm mukamu pun msh asing bagi udin...trus dri mana dukunganmu hayo...
akbar: ooow, klw mslh dkungan q gk rpot prend. 319 personil kader di polnes bisa dbuat mjadi 8 Rayon 1 Komisariat. Stlh itu kmisariat akn dbgi mjadi komisariat slatn & utara jdi ad 2 kmsriat dgn msg2 memiliki 4 rayon. jika tatib mengijinkan 1 rayon 2 suara dan komst jg 2 suara maka q udh punya 20 suara blat. blm lgi dri poltek pertanian yg udh d prepare 1 komsat 6 ryon yg jmlhnya 14 suara. smuanya itu akn drsmikan sktr 3 hri sblm knfercb (tpi jgn blg sapa2). slain itu nti q jg mw mnggagas ppmlhn lngsung olh kder & anggta.
Galeh: pmlhan lgsng?mksdx ap?
akbar: adda aja. klw q kasi tau brarti qmu bs tw strategiq. qta kn reveal :p

Setelah menjawab balasan terakhir di atas, koneksi ke Akbar terputus dan tidak bisa dilacak lagi.

Read More..